Tunas Bangsa Green Ville Library

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Rumah Kaca
Penanda Bagikan

Text

Rumah Kaca

Pramoedya Ananta Toer - Nama Orang;

Rumah Kaca merupakan novel keempat dan terakhir dalam Tetralogi Buru yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer. Berbeda dengan tiga novel sebelumnya yang menggunakan sudut pandang Minke, novel ini justru bercerita melalui mata Jacques Pangemanann, seorang komisaris polisi Hindia Belanda berdarah Minahasa yang ditugaskan untuk mengawasi, membatasi, dan akhirnya menghancurkan aktivitas Minke .

Cerita berfokus pada operasi mata-mata dan pengarsipan yang rapi dan sistematis yang dilakukan pemerintah kolonial untuk memukul kaum pergerakan. Pramoedya dengan cerdas mengistilahkan politik arsip ini sebagai kegiatan "pe-rumahkaca-an" . Pangemanann, yang sebelumnya dikenal karena perannya dalam memberantas kelompok Si Pitung, kini harus menjalankan tugas yang membuatnya terjebak dalam konflik batin antara kesetiaan pada jabatannya dan kekagumannya terhadap idealisme Minke .


Ketersediaan
#
My Library (800-900) 810 TOE r c1
SS00532
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
810 TOE r c1
Penerbit
Jakarta : Lentera Dipantara., 2015
Deskripsi Fisik
x, 646 hlm.; 20 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9789799731265
Klasifikasi
810
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Fiksi Historis
Info Detail Spesifik
Novel ini mengisahkan upaya pemerintah kolonial Belanda menghancurkan pergerakan Minke melalui operasi mata-mata dan pengarsipan yang sistematis. Tokoh utamanya, Jacques Pangemanann, seorang komisaris polisi, terjebak dalam dilema antara tugasnya dan kekagumannya pada idealisme Minke. Pramoedya menyebut politik arsip kolonial ini sebagai "pe-rumahkaca-an" .
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Tunas Bangsa Green Ville Library
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Tunas Bangsa Christian School Green Ville berperan sebagai pusat sumber belajar yang mendukung penyelenggaraan pendidikan berkualitas, menumbuhkan keunggulan akademik, pembentukan karakter, serta semangat belajar sepanjang hayat dalam lingkungan yang aman dan kondusif, sekaligus mengembangkan budaya membaca di lingkungan sekolah.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

© 2026 — Tunas Bangsa Green Ville Library

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?